Atasi Kesulitan Pupuk Anorganik, ABDIMAS UTM Beri Penyuluhan Pupuk Organik

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read
Proses pembuatan pupuk organik bersama ibu PKK Desa Bira Timur, Sokobanah Sampang, Sabtu (14/1).

SAMPANG, Suararakyat.id – Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Untuk membuat pupuk kompos diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai.

Pembuatan pupuk kompos sangat diperlukan untuk disosialisasikan kepada masyarakat, karena ramah lingkungan serta tidak memerlukan biaya yang banyak. Selain itu menekan penggunaan pupuk anorganik, karena pupuk anorganik apabila digunakan secara terus menerus dan berlebihan akan menyebabkan tanah menjadi keras dan prduktifitas menurun.

Pemberian pupuk organik pada tanah dapat memperbaiki sifat fisik tanah karena dapat menambah unsur hara sehingga tanah menjadi lebih subur. Penggunaan pupuk organik memang tidak dilarang tetapi harus diimbangi dengan penggunaan pupuk organik sehingga membantu petani menuju pertanian jangka panjang.

Bertempat di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, mahasiswa pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura kelompok 23 dengan dosen Pembimbing Lapangan Bapak Mashudi, SE., MEI, mengadakan acara penyuluhan terkait “Pupuk Organik Sebagai Alternatif Pupuk” bersama ibu-ibu PKK Desa Bira Timur bertempat di depan rumah kepala desa, Kamis (12/01/2023).

Selain penyuluhan, terdapat juga praktik pembuatan pupuk organik di depan rumah salah satu perwakilan ibu-ibu PKK pada Sabtu (14/01/2021). Kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terutama ibu-ibu PKK bahwa sampah organik dapat di gunakan sebagai alternatif pupuk setelah di proses dengan benar.

”Dasar pemilihan ibu-ibu PKK serta muslimat sebagai peserta penyuluhan dikarenakan rata-rata ibu-ibu PKK merupakan ibu rumah tangga, yang mana identik dengan pekerjaan rumah tangga yang menghasilkan sampah organik contohnya kulit buah yang dapat di olah menjadi pupuk organik atau pupuk kompos” penuturan dari Nabela Marwa F selaku penanggung jawab sekaligus pemateri kegiatan ini.

“Alhamdulillah, semoga dengan adanya kakak-kakak ABDIMAS UTM yang telah mensosialisasikan terkait pupuk organik ini, dapat dikembangkan oleh ibuk-ibuk semua dan semoga juga bisa mengembangkan perekonomian desa bahkan bisa sampai produksi hingga keluar desa dan terus dikembangkan lagi” ujar Ibu Hasmiah salah satu anggota ibuk-ibuk PKK yang turut hadir dalam sosialisasi pupuk organik.

Pemateri berharap penyuluhan yang telah dilaksanakan dapat mengatasi permasalahan terkait kesulitan dalam memperoleh pupuk anorganik sehingga masyarakat terutama ibu-ibu PKK diharapkan semakin produktif untuk meningkatkan perkembangan ekonomi serta mampu untuk mengelola sampah organik yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga menjadi pupuk alternatif yang mudah dibuat, ramah lingkungan, low cost, dan sebagai pengganti serta memecahkan permasalahan sulitnya mendapat pupuk anorganik. (Sol)

Share This Article