Edukasi Good Agriculture Practice (GAP) Budidaya Cabai Smart Farming Di Desa Dakiring Bangkalan Madura

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read
Foto bersama Tim PPK-O Himagrotek 2023 beserta Dosen Pembimbing dan Gapoktan DesaDakiring. Sumber foto:Intan

BANGKALAN, Suararakyat.id – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK-O) Universitas Trunojoyo Madura mengadakan sosialisasi cara pembuatan media tanam dan pindah tanam bibit cabai bersama kelompok tani di Desa Dakiring, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan dengan, Sabtu (9/9/2023).

Sosialisasi ini diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Dakiring, Kepala Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), seluruh tim PPK-Ormawa serta dosen pembimbing tim.

Dosen Pembimbing Choirul Umam S.TP., M.T di kesempatan ini mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani agar mengetahui cara membuat media tanam yang sesuai dengan kondisi lahan kering di Madura, dan metode pemindahan bibit tanam cabai dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan Good Agriculture Practice (GAP).

“Dengan implementasi pertanian Good Agriculture Practice (GAP) yang berkelanjutan, merupakan strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung kesejahteraan pangan dan juga meningkatkan ekonomi Masyarakat”, terang Dosen Pembimbing.

Kegiatan ini merupakan salah satu sub kegiatan yang berkesinambungan dengan program PPK-Ormawa yang berjudul “Optimalisasi Budidaya Cabai Smart Farming Budidaya Cabai Smart Farming Berbasis IoT Guna Mendukung Kemandirian Pangan di Desa Dakiring Bangkalan”, yang memperoleh pendanaan dari Kemendikbud Ristekdikti tepatnya bidang Kemahasiswaan Dikti.

Pembuatan media tanam dan pindah tanam bibit cabai bersama kelompok tani di Desa Dakiring, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan

Sementara itu ketua Gapoktan mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini sangat membantu dan memberikan manfaat kepada petani, karena selama ini belum pernah ada penyuluhan pertanian tentang budidaya cabai yang sesuai dengan kondisi lahan dan lingkungan di Madura, karena hanya terfokus pada budidaya pangan yaitu padi.

Ketersediaan air menjadi faktor pembatas budidaya tanaman hortikultura di Madura maka dengan adanya implementasi kegiatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan dan mengefisienkan penggunaan air, sehingga produksi tanaman menjadi meningkat dan tujuan dari kemandirian pangan serta kesejahteraan petani tercapai.

Dengan keseriusan program ini dari antusias tim dan juga Gapoktan untuk menjalankan program ini diharapkan program ini dapat berkelanjutan dan menjadikan petani cakap pada bidang pertanian khususnya tanaman cabai mengingat prospektif dan nilai ekonomisnya yang tinggi. Selanjutnya dengan sistem pertanian yang diterapkan Gapoktan yang terlibat mampu menjadi masterplan dan percontohan bagi kelompok tani lain yang ada di Madura. (Red)

Share This Article