Inovatif! Pengabdian KKN T 60 UTM Membuat Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino Nano

Redaksi
By Redaksi
4 Min Read
Mahasiswa UTM melakukan Pembelajaran dan Pengenalan Teknologi kepada siswa/siswi di di Desa Palasa, Kecamatan Talango, Sumenep. Sumber foto: Deni

SUMENEP, Suararakyat.id – Mahasiswa KKN T Kelompok 60 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinovasi membuat program kerja pembelajaran tempat sampah otomatis berbasis arduino nano. Sasaran dari program kerja ini adalah siswa SMP dan SMA di Desa Palasa, Kecamatan Talango, Sumenep. Rabu (12/7/2023).

Pembelajaran ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran anak – anak maupun masyarakat desa Palasa dalam membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan kreativitas anak – anak dalam mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Inovasi baru tempat sampah otomatis berbasis arduino nano ini diciptakan untuk membuang sampah tanpa menyentuh tutup tempat sampah dengan tangan. Cukup mendekatkan objek ke sensor. Maka tempat sampah akan terbuka dan tertutup sendiri sehingga dapat terhindar dari bakteri,” ujar Deni Wahyu Setiawan, salah satu penanggung jawab program.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi dari banyaknya permasalahan sampah di lingkungan. Sampah kerap kali menjadi permasalahan yang belum dapat terselesaikan sampai saat ini. Dengan adanya persoalan seperti ini, Mahasiswa KKN T Kelompok 60 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berinovasi membuat program kerja pembelajaran tempat sampah otomatis.

Program kerja tersebut telah disetujui oleh dosen pembimbing lapang yaitu Bapak Abdus Salam Junaedi, S.Si,M.Si Adapaun penanggung jawab proker adalah Deni Wahyu Setiawan, Shinta Nuriyatul Mahmudiyah, dan Fadilatul Jannah.

Pada saat pelaksanaan pembelajaran, satu persatu siswa diberi kesempatan untuk mencoba merakit langsung agar dapat mengetahui proses yang perlu dilakukan.

“Untuk merakitnya saya masih bisa paham yang saya bingung adalah pada pemrogramannya” ujar salah satu siswa yang sudah mencoba merangkai langsung.

Rata-rata semua siswa yang mencoba tidak mengalami kesulitan bagaimana menghubungkan rangkaian dan memahami fungsi dari masing-masing komponen.

Pembelajaran ini diawali dengan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk merancang tempat sampah otomatis. Alat dan bahannya diantaranya List komponen Arduino nano,Sensor ultrasonic HC SR04, Servo sg90, Kabel jumper female+ male, Lem tembak, Batrai 18650B, Soket baterai, Charger baterai, Tempat sampah, Projeck bord mini, dan Usb arduino nano.
Tempat sampah otomatis berbasis arduino nano dengan sensor ultrasonic Sensor ultra Sonic HC SR04 dapat bekerja menjalankan fungsinya dengan baik. Selain itu, dapat mendeteksi pergerakan dengan jarak 70 cm yang akan secara otomatis membuka dan menutup tempat sampah.

Dengan adanya kegiatan pembelajaran tersebut diharapkan dapat memotivasi anak-anak dan warga desa Palasa untuk membuat tempat sampah otomatis berbasis arduino nano dengan Sensor Ultrasonic HC-SR04 yang sebelumnya belum ada di desa Palasa.

Sehingga kedepannya dapat mengurangi pembuangan sampah sembarangan dan dapat mengedukasi warga masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Dengan adanya lingkungan yang bersih maka akan menciptakan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, mari kita menjaga lingkungan demi kebaikan di masa depan,”

Berikut 13 anggota KKN T kelompok 60 UTM juga yang turut andil dalam pelaksanaan program kerja pembelajaran tempat sampah otomatis ini diantaranya Deni Wahyu Setiawan (Teknik Elektro),Shinta Nuriyatul Mahmudiyah (Teknik Informatika), Fadilatul Jannah (Teknik Informatika),Vita Nisa Arianti (Manajemen Sumberdaya Perairan), Zaenal Abidin (Manajemen Sumberdaya Perairan), Dwi Putri Maulidia Ningsih (Akuntansi), Ianatul Mustafidah( Psikologi),Luluk latifah (Psikologi), Dita Arviana (Teknologi Industri Pertanian), Muhammad Faizaluddin Febri (Sosiologi), Indi Nadia Sari (Sosiologi), Siti Karomatu Suluk (Agroteknologi), Muhammad Dzulfikri Ramdhani (Agroteknologi).

Share This Article