Mahasiswa Asal Sumenep Madura Raih Medali Special Awards dan Silver Medal di Korea Selatan

Redaksi By Redaksi
2 Min Read
Lima mahasiswa Universitas Brawijaya asal Kabupaten Sumenep saat menunjukkan hasil inovasinya di Seoul, Korea Selatan.

SUMENEP, Suararakyat.id – Lima mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang asal Sumenep, Madura, Jawa Timur berhasil meraih Medali Special Awards dan Silver Medal di event Seoul Internasional Invention Fair (SIIF), yang diselenggarakan di COEX Hall C, Korea Selatan.

Adapun kelima orang tersebut, adalah Fahrur Rozi (Fakultas Hukum 2019), Malik Fajar (Fakultas Pertanian 2019), Jefry Andy Agusty (Fakultas Peternakan 2019), Rimul Azilah (Fakultas Ilmu Komputer 2019), Nadia Sheren Maulina (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 2019).

Rimul Azilah, salah satu kontingen di ajang tersebut saat dihubungi oleh tim Suara Rakyat via WhatsApp, Kamis 24/11/22 menjelaskan, meskipun timnya beda jurusan, namun mereka memang sudah saling kenal di grup Komunitas Sumenep.

“Kelimanya dari UB semua. Namun, satu dari UB Kediri. Tetapi tetap atas nama Universitas Brawijaya, Malang,” tuturnya.

Tangkai limbah kelor dalam kehidupan masyarakat Madura sejauh ini memang belum banyak di manfaatkan. Namun, lima mahasiswa ini memberikan inovasi dengan menjadikannya campuran teh yang kaya akan manfaat.

“Kita mengambil suatu nilai yang betul-betul kearifal lokal dari Sumenep. Tangkai limbahya ini yang kita lihat lagi, kita lihat potensinya dan ternyata limbahnya banyak kandungannya. Salah satunya untuk menekan kadar kolesterol. Lalu kita inovasikan jadi teh herbal,” Imbuhnya.

Dewan juri dan pengunjung di event tersebut sangat tertarik dan suka terhadap inovasi yang mereka bawa, yakni kelor.

“Salah satu dewan juri sangat tertarik. Karena ini mengolah hasil limbah menjadi teh yang berguna untuk kesehatan, menurut juri ini inovasi yang bagus,” Tuturnya.

Menurutnya, respon dari pengunjung juga sangat baik, para pengunjung suka terhadap tehnya, karena bau pekat kelornya. Di situlah ketertarikan pengunjung pada inovasi teknologi tehnya.

“Di ajang ini tidak hanya orang Korea Selatan. Tapi juga ada yang dari Thailand, Iran dll,” pungkasnya. (ZR)

Share This Article