Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Kelompok 66 UTM Manfaatkan Cabe Jamu Jadi Teh Herbal yang Kaya Khasiat

Redaksi By Redaksi
3 Min Read

SUMENEP, Suararakyat.id – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura kelompok 66 yang melakukan pengabdian di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep telah berhasil mengolah cabe jamu menjadi teh herbal. Mereka memanfaatkan potensi alam sekitar untuk membantu menjadikannya sebagai mata pencaharian baru bagi masyarakat. Minggu,(15/07/23)

Dengan mengubah cabe jamu menjadi teh herbal, masyarakat desa Pakandangan Tengah dapat memanfaatkan potensi alam setempat dan menciptakan nilai tambah dari produk tersebut. Teh herbal cabe jamu dapat memiliki nilai kesehatan yang tinggi, karena cabe jamu diketahui memiliki sifat-sifat penyembuhan dan kesehatan yang baik.

Selain itu, pengolahan cabe jamu menjadi teh herbal juga dapat memberikan peluang bisnis yang menarik, baik dalam skala lokal maupun di luar desa, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Jadi masyarakat tidak hanya menjual nya dalam masa panen saya ,masyarakat bisa mengolahnya menjadi teh herbal cabe jamu untuk dijual dalam jangka waktu panjang.

“Masyarakat biasanya menjual cabe jamu mentahan melalui proses pengeringan, sehingga harga jualnya sangat rendah. Padahal cabe jamu memiliki potensi bernilai jual yang tinggi jika dikelola dengan tepat. Sehingga kami berinovasi membuat produk teh celup dari bahan cabe jamu yang telah dikeringkan” ucap salah satu tim Pengabdian Masyarakat kelompok 66.

kegiatan pelatihan yang dilakukan yakni dengan memperkenalkan manfaat teh cabe jamu kepada masyarakat. Kegiatan selanjutnya yaitu proses pembuatan teh yang diawali dengan pembagian takaran sesuai selera konsumen dengan 2 varian ,varian pedas dan manis , untuk takaran varian pedas dengan perbandingan serbuk cabe jamu 3 gr dan daun teh alami 2 gr untuk varian manis dengan takaran 2 gr cabe jamu dan 3 gr daun teh alami yang selanjutnya lebih dianjurkan diseduh dengan air hangat agar lebih nikmat untuk dikonsumsi.

Dari pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan terhadap daya minat konsumen dari beberapa kalangan banyak yang lebih menyukai varian pedas dimana melihat letak desa yang lebih identik suhu dingin jadi lebih nikmat untuk dinikmati pada pagi hari yang sejuk dan berkabut namun ada juga yang tidak menyukai varian pedas dari kita bisa dimodifikasi dengan penambahan perisa rasa atau gula untuk tidak terlalu menonjolkan rasa pedasnya.

“Pilihan bisnis rumahan dengan Cabe Jamu sebagai produk utama adalah langkah yang cerdas, mengingat cocoknya cabe jamu dibudidayakan di desa tersebut,” terang Novilda salah satu anggota pengabdian masyarakat.

Share This Article