Mengenal Kritik filsuf Jerman (Kalr Marx)

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read

Suararakyat.id, – Sejarah tidak akan pernah melupakan teori Marxisme hingga hari ini. Dan Kalr Marx adalah seorang filsuf yang menjadi perbincangan keras oleh banyak filsuf lainnya pada masa itu. Sekarang pemikir yang terlahir dari Jerman dangan gaya pemikirannya yang sangat menentang penindasan terhadap manusia.

Marxisme menganggap dunia adalah panggung suatu penguasa dalam mencapai tujuannya itu sendiri, kususnya dalam kekuasaan ekonomi. Marxisme juga menganggap manusia adalah bagian mahluk yang saling menindas satu dengan yang lainnya. Di lain itu Marx menilai agama adalah suatu rekayasa manusia dalam mencapai kediktatoran kekuasaan. Dan yang paling ektrim dari pandangan Marx terhadap agama adalah, “agama itu adalah candu bagi setiap manusia”.

Sehingga Marx percaya tuhan itu hanyalah ilusi yang di buat oleh manusia. Menurut Marx tuhan itu tidak absolut, dengan adanya kepercayaan manusia terhadap agama, membuat manusia itu lupa dengan kebutuhan dirinya sendiri.

Marx juga memetakan manusia menjadi dua bagian dalam pandangan sosial. Pertama; masyarakat Borjuis, “masyarakat yang mempunyai kekuasaan mutlak dalam mengatur ekonomi di dalam negara”. Kedua; Masyarakat Proletariat, yang di mana ini adalah lapisan dari masyarakat bawah, “masyarakat yang tidak mempunyai kekuasaan mutlak dalam mengatur ekonomi di dalam negara”.

Adanya konsep seperti itu di dalam sosial, Marx menganggap negara adalah alat dari suatu kekuasaan orang-orang Borjuis, “politik adalah caranya ekonomi adalah tujuannya”.

Dengan seperti itu kaum Borjuis gampang memonopoli pasar nasional ataupun internasional dan menjadikan manusia adalah mesin produksi pencipta untuk kaum atas. Saat itu juga manusia tidak punya nilai, dan nilai manusia akan menjadi nilai tuker dengan suatu kebutuhan materi.

Menurut Marx historis sejarah manusia bukan saling menindas satu dengan yang lainnya, dan menjadikan budak di atas kekuasaan manusia sendiri.

Di saat kekuasaan negara semakin berkembang maka agama, budaya dan lainnya adalah alat mutlak oleh kaum Borjuis dalam mencapai tujuan.

“Masyarakat atas menindas, dan masyarakat bawah korban dari suatu penindas”.

Penulis; Rosy

Share This Article