PAN Dukung Aksi Tiktokers Bima yang Kritik Infrastruktur Lampung

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read
Sekjen PAN Eddy Soeparno. Foto/Istimewa

LAMPUNG, Suararakyat.id – Nama Bima Yudho atau Awbimax, mendadak menjadi sorotan warganet  usai viral karena mengkritik infrastruktur di Lampung. Namanya menjadi trending 1 di media sosial setelah ia dilaporkan atas kasus dugaan penghinaan dalam video viral mengkritik Pemerintah Provinsi Lampung oleh warga bernama Ginda Ansori ke Polda Lampung.

Di tengah proses hukum yang berjalan, suara dukungan mengalir ke Bima. Dukungan itu berasal dari sejumlah tokoh politik di Indonesia. Salah satunya yaitu Sekjen PAN Eddy Soeparno mendukung hak berekspresi Bima, Menurut Eddy Pemprov Lampung seharusnya bijak dalam menanggapi kritikan dari warganya.

“Kritik harusnya dijawab dengan kinerja, bukan dengan intimidasi apalagi persekusi,” ungkapnya.

“Demokrasi memberi ruang konstitusional bagi warga negara untuk menyampaikan kritik kepada pemerintah. Jadikan itu ruang dialog dan masukan, bukan justru memberikan tekanan pada pengkritik maupun keluarganya,” Tambah Eddy, Minggu (16/4/2023).

Eddy juga menjelaskan bahwa di era reformasi ini, media sosial adalah salah satu cara bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi sekaligus berkomunikasi dengan warganya.

“Jalan yang memang belum dilakukan perbaikan, maka segera diperbaiki. Sementara jika sudah dijelaskan ke publik bahwa perbaikan sudah dilakukan. Jadi tidak perlu ada tekanan atau intimidasi apapun,” tegasnya.

Kritik yang disampaikan oleh tiktokers bima menurutnya tidak perlu dianggap sebagai penghinaan apalagi pencemaran nama baik. Justru seharusnya bisa menjadi evaluasi.

“Gen Z punya cara yang memang unik dalam menyampaikan ekspresinya. Jadikan sebagai evaluasi dan tidak perlu alergi. Justru ini momentum yang baik bagi pemprov untuk berbenah,” terangnya.

Sementara itu, beberapa tokoh yang juga ikut memberikan dukungan kepada Bima diantaranya, Mahfud Md, Hotman Paris, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni, Anggota DPR RI Komisi III Habiburokhman serta sejumlah tokoh lainnya yang meminta agar polisi tidak memproses laporan tersebut. (Red)

Share This Article