Pengabdian Masyarakat UTM Lakukan Pembibitan Semangka di Desa Gili Barat

Redaksi By Redaksi
2 Min Read
Mahasiswa melakukan pembibitan semangka di balai desa Gili Barat dan ditanam dilahan sebelah balai desa Gili Barat. (Foto: Doc. Pribadi)

BANGKALAN, Suararakyat.id – Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat di Desa Gili Barat Kecamatan Kamal melakukan Pembibitan semangka sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, Senin (26/12/22).

Program ini merupakan program lanjutan dari intervensi komunitas mahasiswa psikologi UTM yang dilaksanakan agar masyarakat, khususnya petani mendapatkan pemahaman tentang pembibitan semangka. Hal ini dilakukan berdasarkan asesmen komunitas yang sebelumnya telah diselenggaran di Desa Gili Barat yang mana rata-rata masyarakatnya merupakan petani padi lalu setelah itu jagung, yang mana terkadang hasilnya tidak menentu karena maraknya serangan hama dan beberapa faktor lain yang dapat mengurangi hasil panen.

”Mayoritas penduduk desa Gili Barat ini kurang berminat dengan tanaman lain, kalo sudah padi ya padi terus” jelas Bapak Maksum selaku Kepala Desa Gili Barat.

Tim Abdimas UTM melakukan diskusi dengan Kepala Desa Gili Barat untuk melakukan gebrakan baru yaitu penanaman benih semangka. Tim Abdimas UTM menggandeng BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Kamal untuk mendampingi dan kelompok tani di Desa Gili Barat, dalam menjalankan program tersebut.

Dalam kegiatan ini, dimulai dengan pengambilan sampel tanah oleh tim KKN, sampel tanah disini diambil dari lapisan perakaran kurang lebih 15 cm di lahan kosong yang akan ditanami nantinya, lalu tanah tersebut akan di analisis kesuburan tanahnya oleh penyuluh dan setelah disetujui tanah diambil lebih banyak lalu dijemur.

Selain tanah bahan yang harus disiapkan adalah pupuk kandang yang sudah kering dan arang sekam. Nantinya tanah yang sudah kering harus diayak terlebih dahulu lalu dicampur dengan pupuk kandang kering dan arang sekam. Disamping menyiapkan media tanam tim kami juga melakukan pembibitan dengan didampingi anggota BPP, lalu setelah bibit siap polybac yang sudah diisi tanah diberi bibit.

Dari kegiatan yang sudah dilakukan ini, diharapkan mampu memberikan inovasi baru bagi masyarakat untuk mencoba menanam hal lain sehingga dapat membuahkan hasil yang signifikan untuk kemajuan desa, agar kedepannya masyarakat tidak hanya terpaku dengan padi dan jagung saja. (Sol)

Share This Article