Pestisida Nabati: Trend Produk Pertanian Ramah Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Redaksi By Redaksi
2 Min Read
Sosialisasi pembuatan petisida nabati dari daun pepaya.

SIDOARJO, Suararakyat.id – Produk pertanian yang ramah lingkungan mulai menjadi tren dan banyak dicari konsumen. Pertanian ramah lingkungan dapat didukung melalui penggunaan pestisida nabati untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Pengendalian hama tanaman pada masyarakat Desa Plumbungan, umumnya masih menggunakan pestisida berbahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan manusia, organisme, dan lingkungan.

Permasalahan ini, mendorong Alvia Ari Damayanti, untuk mengembangkan tentang pentingnya pestisida nabati untuk tanaman dan lingkungan.

“Pestisida nabati yang akan dikembangkan menggunakan bahan alam seperti daun pepaya,” ungkap Alvia, yang saat ini melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Ds Plumbungan, Universitas Trunojoyo Madura.

Sebelum membuat produk ia melakukan sosialisasi. Ia menggunakan daun pepaya sebagai bahan utama pembuatan pestisida nabati. Getah daun pepaya mengandung kelompok enzim sistein protease seperti papain dan kimopapain serta menghasilkan senyawa-senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid dan asam amino non protein yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan.

“Penggunaan pestisida nabati, sebagai alternatif bagi petani diharapkan dapat menjadi produk ramah lingkungan yang lebih aman, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga kualitas air dan makanan, mengurangi akumulasi pestisida kimia di tanah, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat yang lebih baik,” Jelas Ibu Sugiarti, Jumat (24/6).

Berikut Cara pembuatannya,,,

Daun pepaya 5 helai dan air 1 liter air. Daun pepaya di blender hingga halus selanjutnya di jaringan tanaman dengan dosis 10-100 ml per tanaman atau sesuai komoditas, umur, dan tinggi tanaman.

Sementara itu, Ibu Masruroh selalu kepala Ibu PKK menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh anggota KKNT-26 UTM sudah memberikan ilmu yang sangat penting terkait lingkungan hidup dan pestisida nabati yang sebelumnya belum pernah diketahui oleh masyarakat.

Ketua KKNT-26 UTM Yusuf berharap, setelah sosialisasi ini dapat meningkatkan masyarakat terhadap pentingnya kepedulian lingkungan hidup dan pertanian berkelanjutan tentang pestisida nabati. Dia juga berharap bahwa masyarakat dapat menerapkan pembuatan pestisida nabati dalam sektor pertanian. (Alvia)

Share This Article