Sampang Krisis Pupuk Subsidi di Tengah Pesta Tanam Padi Akhir Tahun 2022

Redaksi By Redaksi
5 Min Read

SAMPANG, Suararakyat.id – Kelangkaan Pupuk Subsidi berdampak terhadap Petani menghadapi pesta Tanam Padi di musim hujan di akhir tahun 2022.

Pupuk sangat menunjang terhadap kesejahteraan petani, Kelangkaan pupuk subsidi di kabupaten Sampang menjadi penghambat terhadap kesejahteraan Petani, Rabu (07/10/2022).

Mengahadapi akhir tahun 2022 Petani-petani akan bertanam padi dimusim hujan, namun akan mengalami kesulitan, pasalnya ketersediaan pupuk di kabupaten sampang mengalami kelangkaan atau kehabisan Stok di akhir tahun 2022.

Dari hasil invetigasi Timsus BEM Sampang Terkait penyaluran pupuk kepada petani dan hasil Pengkajian di dinas pertanian kabupaten sampang.

Cocok tanam Petani kabupaten Sampang secara umum bertani padi, jagung dan kedelai sisanya horti berupa bawang merah dan bawang putih. Untuk petani perkebunan seperti kakau, dan tebu rakyat. Dilihat dari jumlah penduduk di kabupaten sampang mencapai 927,632 juta dari 14 kecamatan dan 180 Desa, mayoritas masyarakat bertani.

Ditemukan data petani yang terdaftar di SIMLUHTAN kabupaten sampang Per- 30 September 2022 mencapai jumlah 179.598 Petani, dan masih banyak petani petani yang belum terdata.

Dari kajian data BEM Sampang, bahwa ketersediaan pupuk di kabupaten Sampang hanya tersisa 2 jenis pupuk, seperti pupuk Urea dan NPK, itupun terbatas dikarenakan ada pemangkasan skitar 9.000 Ton oleh Pemerintah pusat, sebelumnya ada 5 jenis pupuk yang disalurkan di madura khsusnya kabupaten sampang, yaitu Pupuk Urea, NPK, SP 36, ZA dan pupuk organik cair dan pada. Namun atas kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI menetapkan mulai 1 Juli 2022, telah mencabut 3 jenis pupuk subsidi,dan 3 jenis pupuk yang ditarik menjadi Non- subsidi.

Kebijakan tersebut, petani penerima pupuk bersubsidi harus memenuhi syarat terdaftar di SIMLUHTAN, mempunyai luas lahan garapan maksimal 2 hektar per musim dan harus tergabung dalam kelompok tani dan harus terdaftar, terlebih dahulu harus disampaikan melalui Kelompok Tani dalam bentuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai dengan komoditi.

Pihak dinas pertanian kabupaten sampang Nurdin menyampaikan bahwa “Sebelum bulan Juli 2022 kemarin Penerima pupuk subsidi disalurkan kepada 70 Komuditi oleh pusat di kabupaten sampang, Namun setelahnya dipangkas menjadi 9 komuditi yang menerima penyaluran pupuk subsidi”.Jelasnya.

Ali Koordinator Bem Sampang menyampaikan” Setelah kami konsolidasi bersama presiden mahasiswa se- kabupaten sampang, kami sangat tidak sepakat terhadap pencabutan 3 jenis pupuk Sp 36, Z A dan pupuk organik padat dan cair, ditambah pemangkasan 2 jenis pupuk urea dan NPK sebesar 9.000 Ton tersebut terlalu besar” Ungkapnya.

Menurut Ali alasan pemerintah terhadap pencabutan dengan alasan ketahanan pangan dan pendataan petani sangat tidak masuk akal dan sama saja mempersulit terhadap kesejahteraan petani di kabupaten Sampang, juga pengurangan angka dari 70 komoditi menjadi 9 komoditi itu sangat tidak relevan dengan jumlah penduduk di kabupaten Sampang.

” Jumlah petani yang terdata di Simluhtan itu perlu di revisi kembali kami nilai salah alamat, karena sampang dilihat dari angka penduduk dan geografisnya mayoritas petani” Ujarnya.

Baginya, Pencabutan dan pemangkasan itu bukan menjadi solusi tetapi menjadi faktor penghambat bagi kesejahteraan petani di sampang. Menghadapi akhir tahun ini petani- petani di sampang akan bercocok tanam padi, ketika kelangkaan pupuk ini berlanjut, dapat dipastikan kabupaten sampang akan mengalami krisis kesejahteraan petani dan krisis perekonomian.

Ali Topan Menambahkan, “BEM Sampang akan mengawal terkait kelangkaan pupuk ini, baik dengan jalur audiensi dan demonstrasi jika pemerintah lamban menanggapi suara petani. Sebenarnya Petani petani di kabupaten Sampang ini butuh perhatian yang sangat serius dan menjadi penunjang normalisasi ekonomi di kabupaten Sampang.

Perwakilan BEM se- kabupaten Sampang meminta kepada Dinas pertanian sampang, pemerinta daerah kabupaten Sampang, pemerintah provinsi Jatim dan pemerintah pusat segera melakukan koordinasi dan melakukan pembahasan dalam langkah-langkah penyelesaian dan penambahan pupuk untuk menyalurkan kelangkaan pupuk demi kesejahteraan petani di kabupaten Sampang, serta mengevaluasi menejemen penyaluran pupuk supaya tepat sasaran, serta menargetkan tidak ada CURANPUK (Pencurian Pupuk) atau mafia pupuk kedepannya”.Tegasnya. Red

Share This Article