Tegas! BEM Nusantara Komitmen Melawan Tambang Ilegal di Kabupaten Kutai Kartanegara

Redaksi By Redaksi
4 Min Read
Farrel Yafi Wicaksana, Kordinator isu sosial politik BEM Nusantara

KUTAI, Suararakyat.id – Penolakan aktivitas tambang batu bara ilegal di kutai kartanegara masih terus berjalan. Terdapat puluhan warga yang mencoba menutup dan memblokir paksa aktivitas tambang ilegal tersebut pada (1/04/2023) lalu. Aksi penutupan tambang ilegal yang dilakukan untuk kesekian kalinya tersebut sempat diwarnai bentrokan antara warga dan preman.

Menyikapi hal tersebut Koordinator Isu Sosial dan Politik BEM Nusantara, Farrel Yafi Wicaksana mengaku sangat miris dalam melihat kejadian tersebut. Menurutnya, terlihat dengan jelas Aksi Premanisme Tambang Ilegal di dalam sebuah video yang di viralkan oleh warga setempat, bahwa sekelompok preman membawa senjata tajam untuk menghadang aksi protes warga yang berusaha menghentikan aktivitas tambang batu bara di Loa Kulu.

Lebih lanjut Farrel sangat menyayangkan bahwa sikap dari aparat kepolisian yang terbilang cukup lemah dan tak mampu menciptakan rasa aman bagi warga dalam menyampaikan aspirasi nya.

Merujuk pada kejadian tersebut, BEM Nusantara menilai bahwa pihak Aparat Kepolisian dan Pemerintah Daerah Gagal dalam menertibkan tindak pidana kegiatan tambang ilegal yang kian merajalela

“Dengan banyaknya kegiatan tambang ilegal hari ini  dikarenakan tidak adanya sikap tegas dalam kolaborasi aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Terlihat pada hari ini justru aparat kepolisian dan pemerintah daerah seakan menutup mata demi mengakomodir kepentingan Oknum tidak bertanggung jawab” ungkapnya.

Ia pun menilai Aparat Kepolisian dan pemerintah daerah gagal mengayomi masyarakat karena dianggap tak mampu mengakomodir aspirasi masyarakat hingga sampai terjadi hal – hal demikian yang seharusnya kita hindari dalam penyampaian aspirasi di ruang publik

“Pemerintah daerah dan Aparat Kepolisian harus menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi masyarakat. Bukan justru terlihat buta dan tuli ketika dihadapkan dengan kejadian hari ini. Perjuangan masyarakat dalam memberantas kegiatan tambang ilegal harus terus dibersamai, tentunya bukan dengan sikap “diam” aparat kepolisian dan pemerintah daerah,” tegas Farel.

Berdasarkan hal tersebut BEM Nusantara yang merupakan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Nusantara. Dengan Tegas Menyatakan Sikap sebagai berikut :

  1. Mendukung sepenuhnya warga Desa Rempanga dalam mengusir para pelaku kegiatan tambang ilegal
  2. Mendesak Kapolda Kaltim agar Menutup dan Menghentikan Aktivitas Tambang Ilegal batu bara di Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.
  3. Mendesak kepada aparat kepolisian wilayah kerja polda Kalimantan Timur agar tidak buta dan tuli terhadap para pelaku kejahatan tambang ilegal. Dan menindaklanjuti seluruh oknum dalam aksi premanisme tersebut kedalam proses hukum. 
  4. Mendorong Mabes Polri agar segera memberikan sanksi berupa teguran atau pencopotan terhadap aparat kepolisian daerah Kalimantan Timur yang terduga tidak dapat menindaklanjuti kasus tersebut dan juga yang tidak mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam penyampaian aspirasi melawan pelaku tambang ilegal.
  5. Mendesak Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Pemerintah Provinsi Kaltim, dan Pemerintah Pusat agar segera memberantas mafia tambang ilegal yang sangat merugikan warga daerah.

Farrel Yafi Wicaksana selaku Koordinator Isu Sosial dan Politik BEM Nusantara mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk merekatkan simpul – simpul perlawanan terhadap kaum kapital yang selalu meraup kekayaan dan kesejahteraan masyarakat dengan kegiatan tambang ilegal yang sangat meresahkan.

Ia pun menegaskan bahwa BEM Nusantara akan selalu bersama masyarakat dalam upaya menghilangkan dan memberantas para mafia tambang di seluruh bumi pertiwi.

“Sudah merupakan komitmen bagi kami untuk terus tegas melawan para kaum tirani yang tak kunjung selesai menindas rakyat. BEM Nusantara akan selalu bergerak bersama masyarakat dalam Upaya pemberantasan mafia tambang ilegal,” Pungkasnya. (Red)

Share This Article