Mahasiswa KKN-17 UTM Olah Limbah Pertanian Jadi Kompos Organik

2 Min Read

PAMEKASAN, Suararakyat.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dari kelompok KKN 17 berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembuatan kompos organik berbahan limbah pertanian bagi para petani Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Selasa (23/7/2024).

Acara yang berlangsung lancar ini dihadiri oleh sekitar 27 peserta, yang terdiri dari perangkat desa dan perwakilan kelompok petani di tiap dusunnya. Mereka sangat antusias dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga tahap pembuatan kompos dari pemberian bahan-bahan dengan takaran yang sudah ditentukan hingga pengadukan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi limbah pertanian dan kemungkinan terjadinya penumpukan sampah organik. Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan limbah pertanian. Limbah pertanian seperti jerami dan dedaunan biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Limbah pertanian yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan kompos organik dengan memanfaatkan nasi basi sebagai bahan campurannya.

Mahasiswa KKN-17 UTM Olah Limbah Pertanian Jadi Kompos Organik
Mahasiswa KKN-17 UTM Olah Limbah Pertanian Jadi Kompos Organik

Very menyebutkan bahwa keunggulan kompos yang dibuat dapat mengurangi penumpukan sampah dan dapat menjadi salah satu alternatif pilihan pupuk organik yang lebih efisien. Dengan demikian, inovasi ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pengelolaan limbah pertanian dan sisa nasi untuk meminimalisir biaya yang dibutuhkan dalam perawatan tanaman.

Limbah pertanian yang digunakan yaitu jerami dan daun jagung yang sudah dicacah atau dipotong kecil agar memudahkan dalam pencampuran dengan bahan lainnya.

“Proses pembuatan kompos dimulai dari pemotongan sampah jerami dan daun jagung, kemudian dimasukkan kedalam galon Le Mineral bekas, dilakukan penambahan molase (tetes tebu), EM4, nasi basi dan air bekas cucian beras. Selanjutnya dilakukan pencampuran yakni diaduk dengan batang kayu, lalu fermentasi selama 1 bulan” kata Very.

“kami berharap dengan adanya sosialisasi ini khususnya masyarakat desa waru timur bisa sadar akan pentingnya menjaga lingkungan serta pemanfaatan makanan sisa”, tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari warga setempat. Dengan adanya kegiatan tersebut Kepala Dusun (Kadus) Rasyid, memberikan dukungan penuh atas kegiatan yang di lakukan oleh para mahasiswa.

Share This Article