JAKARTA,suararakyat.id – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Jawa Timur XI Madura, Slamet Ariyadi, mengapresiasi langkah tegas tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, dan sejumlah instansi terkait yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamin seberat satu ton dari Kapal MT Global 168. di perairan Belawan, Sumatera Utara.
Menurut Slamet Ariyadi, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bukti nyata keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan masa depan generasi bangsa.
Ia menilai, sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkotika, terutama yang memanfaatkan jalur laut sebagai sarana memasukkan barang terlarang ke wilayah Indonesia.
“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja tim gabungan Polri, BNN, Bea Cukai, dan seluruh instansi yang terlibat. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin ini merupakan langkah penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.” ujar Slamet Ariyadi.
Ia juga menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan antara aparat penegak hukum, pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.
Slamet berharap, pengungkapan kasus tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penyelidikan dan pengembangan secara menyeluruh guna mengungkap jaringan yang terlibat, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi pemasok, pengendali, maupun penerima barang haram tersebut.
“Jangan berhenti pada penangkapan para tersangka. Jaringan di balik penyelundupan ini harus diusut sampai tuntas agar tidak ada lagi celah bagi sindikat narkotika untuk menjalankan aksinya di Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Slamet Ariyadi mendorong penguatan pengawasan di wilayah perairan dan pelabuhan, serta peningkatan koordinasi antarlembaga untuk mencegah masuknya narkotika melalui jalur laut.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkotika harus menjadi agenda bersama karena dampaknya tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga mengancam ketahanan keluarga, keamanan sosial, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika harus menjadi prioritas. Kami mendukung langkah tegas aparat dalam memberantas jaringan narkotika dan berharap upaya ini terus dilakukan secara konsisten demi masa depan bangsa yang lebih baik,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton ketamin dari Kapal MT Global 168. Kapal tersebut telah ditarik dan disandarkan di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, dengan pengawalan petugas gabungan.
Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian menjelaskan, pengungkapan tersebut dilakukan melalui operasi gabungan sejumlah instansi.
“Betul, joint operation oleh Bareskrim, BNN, Bea Cukai, Pol Air Baharkam,” kata Brigjen Pol. Kristian dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).
Saat ini, kapal tersebut telah diamankan dan dikawal oleh kapal Polair dan Bea Cukai hingga bersandar di Pelabuhan Belawan, bersama barang bukti narkotika jenis ketamine.
“Saat ini Kapal sudah ditarik dan dikawal oleh kapal Polair dan Bea Cukai dan sandar dengan aman beserta barang bukti narkoba jenis Ketamine di Pelabuhan Belawan,” ujarnya.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membongkar penyelundupan 1 ton ketamin yang menggunakan Kapal MT Global 168. Kapal tersebut diamankan di Perairan Tanjung Balai Asahan Sumut.
“Ini adalah wujud nyata keseriusan kita semua, aparat TNI Polri bersatu, Bea Cukai, BNN, termasuk pemerintah daerah, alhamdulillah hari ini kita bisa mengungkap, menangkap para penyeludup yang sangat jahat yang ingin menghancurkan anak bangsa kita,” kata Kapolri dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026).
Kapolri mengatakan pembongkaran ini dilakukan atas joint operation Polri, BNN, Bea Cukai. Operasi gabungan itu dilakukan secara senyap melibatkan berbagai kesatuan penegak hukum.
“Berhasil mengamankan sebuah kapal yang terpantau melakukan anomali pergerakan di selat Malaka melalui laut Andaman dan berhasil diamankan tepatnya di Perairan Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara,” katanya.
