Di Balik Gerobak Kopi, Slamet Ariyadi Cek Desil dan Perhatikan Kondisi Pedagang Kecil di Alun Alun Sampang 

4 Min Read
Di Balik Gerobak Kopi, Slamet Ariyadi Cek Desil dan Perhatikan Kondisi Pedagang Kecil di Alun Alun Sampang 

SAMPANG,suararakyat.id –  Kepedulian terhadap masyarakat kecil dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni hadir langsung di tengah warga dan mendengarkan kondisi kehidupan mereka. Hal inilah yang tergambar saat Legislator Muda Madura, H. Slamet Ariyadi, melakukan pengecekan desil terhadap seorang pedagang kopi keliling di kawasan Alun-Alun Trunojoyo Sampang, Madura. Rabu malam (14/10/2026).

Di balik gerobak kopi yang setiap hari menjadi tumpuan mencari nafkah, terdapat perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Aktivitas berjualan dari satu tempat ke tempat lain menjadi bagian dari ikhtiar pedagang kecil dalam mempertahankan kehidupan di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Pengecekan desil tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kondisi masyarakat secara lebih dekat, sekaligus memahami situasi sosial ekonomi warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha kecil.

Di momen tersebut, Slamet Ariyadi menunjukkan kepeduliannya dengan memborong dagangan para pedagang yang menghampirinya. Ia membeli kopi dan berbagai dagangan lainnya sebagai bentuk dukungan kepada para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari aktivitas berjualan di kawasan Alun-Alun Trunojoyo.

Bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal, pendataan yang akurat menjadi hal penting. Data yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dapat membantu pemerintah dalam mengidentifikasi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan memastikan program bantuan sosial berjalan sesuai ketentuan.

Slamet Ariyadi menaruh perhatian pada pentingnya melihat kondisi masyarakat secara langsung, bukan hanya melalui data administratif. Dengan turun ke lapangan, kondisi dan kebutuhan warga diharapkan dapat dipahami secara lebih utuh.

Pedagang kopi keliling merupakan bagian dari denyut ekonomi rakyat. Meski usaha yang dijalankan terlihat sederhana, keberadaan mereka mencerminkan semangat bekerja keras dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, perhatian terhadap masyarakat kecil diharapkan tidak berhenti pada proses pendataan semata. Lebih dari itu, diperlukan tindak lanjut agar data yang tercatat benar-benar menggambarkan kondisi warga dan menjadi salah satu dasar dalam penyaluran program pemerintah yang tepat sasaran.

Pengecekan desil juga perlu dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Sebab, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan rumah tangga yang digunakan dalam penentuan sasaran berbagai program pemerintah, bukan jaminan otomatis bahwa seseorang akan menerima bantuan sosial.

Salah seorang pedagang kopi keliling, Ibu Nideh, mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima bantuan sosial, baik bantuan sembako maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah dilakukan pengecekan data, diketahui bahwa Ibu Nideh tercatat dalam kelompok desil 5.

Sementara itu, pedagang lainnya, Ibu Hani, tercatat berada pada desil 3 dan terdaftar sebagai penerima PKH. Namun, ia mengaku belum mengetahui bahwa namanya tercantum dalam data penerima program bantuan tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Slamet Ariyadi menilai perlu adanya penelusuran lebih lanjut agar data kesejahteraan masyarakat benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia meminta instansi terkait melakukan verifikasi untuk memastikan status kepesertaan serta kejelasan penyaluran bantuan kepada warga yang bersangkutan.

“Persoalan seperti ini harus kita tindak lanjuti. Data harus dipastikan benar dan sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya. Jangan sampai ada warga yang membutuhkan tetapi belum mendapatkan kejelasan, sementara masyarakat yang tercatat sebagai penerima justru tidak mengetahui status bantuannya,” ujar Slamet Ariyadi.

Legislator asal Madura tersebut menegaskan, pendataan dan penyaluran bantuan sosial perlu dilakukan secara cermat, transparan, dan tepat sasaran. Menurutnya, masyarakat kecil harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai status mereka, sementara setiap persoalan yang ditemukan di lapangan perlu dikoordinasikan dengan instansi berwenang agar memperoleh penyelesaian sesuai ketentuan.

“Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan kejelasan. Kalau ada data yang perlu diperiksa atau bantuan yang belum jelas penyalurannya, mari kita komunikasikan dengan pihak terkait. Yang terpenting, persoalan warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi ada tindak lanjut yang nyata,” tambahnya.

Share This Article