NASIONAL, suararakyat.id – Indonesia secara resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, sebuah mekanisme sementara yang dibentuk untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil di wilayah konflik tersebut. Keputusan ini diumumkan dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri RI Sugiono dengan tujuh negara lainnya, yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, H. Slamet Ariyadi menilai keputusan Indonesia bergagung dalam keanggotan Board of Peace merupakan langkah strategis untuk mendorong penghentian kekerasan bukan untuk diplomasi simbolik dan langkah normatif saja.
“Bergabungnya Indonesia dengan Dewan Perdamaian Gaza bukan langkah normatif saja dan juga bukan diplomatik simbolik tetapi ini langkah strategis yang diambil sesuai amanat institusi kita harus terlibat aktif dalam berbagai forum global” kata Slamet Ariyadi saat diwawancarai Kompas TV. Kamis (22/1/2026).
Ia juga berharap Pemerintah Indonesia juga aktif memberikan rekomendasi dalam perundingan di Dewan Perdamaian Gaza, sebagai bentuk komitmen yang dari awal ingin mengawal kemerdekaan Palestina.
“Indonesia juga harus aktif memberikan rekomendasi dalam keanggotan Dewan Perdamaian Gaza, sebagai bentuk komitmen Indonesia yang dari awal ingin mengawal kemerdekaan Palestina” tambahnya.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl Mulachela menegaskan bahwa tujuan keikutsertaan Indonesia adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, melindungi warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina di Gaza.
“Tujuan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza,” jelas Nabyl dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Legislator PAN : Indonesia Komitmen Kawal Kemerdekaan Palestina
