Inovasi Mahasiswa UTM, Bantu Pasarkan Popcorn Lokal ke Pangsa Pasar Modern

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read

SAMPANG, Suararakyat.id – Kelompok Pengabdian masyarakat UTM 2023 melakukan kunjungan pertama ke pantai lon malang dan menemui Mastuki selaku pengelola pantai Lon malang. Hal ini bertujuan untuk melakukan social mapping untuk memetakan potensi SDA/SDM Desa Bira tengah, Ketapang, Sampang. Jumat, (7/09/2023).

“Alhamdulilah kami menemukan tiga potensi di Desa Bira tengah. Salah satunya ada di sektor UMKM yang kebetulan menjadi prioritas yang bisa mendukung program kelompok Pengabdian masyarakat UTM 2023 kami,” ujar salah satu anggota kelompok KKN.

Potensi tersebut dapat dikategorikan dalam bidang pertanian yaitu hasil tani berupa jagung yang kemudian diolah menjadi popcorn. Maka sejak saat itu, Tim Pengabdian masyarakat UTM bertekad membantu ekosistem UMKM yang ada Desa tersebut.

Popcorn jabejo merupakan homemade premium lokal dan dimasak secara tradisional dengan berbagai macam bumbu pilihan. Jagung yang biasanya dijadikan sebagai bahan utama popcorn banyak tumbuh di kecamatan Sokobanah, kabupaten Sampang, Jawa timur. Melihat potensi yang sangat besar dari olahan jagung ini membuat kami ingin men upgrade popcorn lokal ini Agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Afi atau kerap disapa Mas Bejo merupakan pelaku UMKM di pantai lon malang, Di tangan mas afi dan istrinya, jagung diolah sedemikian rupa menjadi popcorn manis yang digemari oleh anak anak yang berkunjung ke pantai lon malang. Bahkan, dapat menghidupi keluarga mas afi. Melalui program Pengabdian masyarakat UTM 2023, mahasiswa mulai melakukan pendampingan dalam memasarkan produk berbahan dasar jagung tersebut.

Pada kunjungan pertama kita, mahasiswa melakukan wawancara kepada Mas Afi guna menemukan kekurangan yang ada dalam produknya yang menjadi sebab penjualan popcorn tidak meluas dan tidak dapat menjangkau pasar modern. UMKM popcorn dari Mas Afi ini yang memiliki beberapa masalah terkait dengan pemasaran hingga strategi branding untuk menunjang UMKM-nya.

Dulu, saat diberikan pelatihan oleh Mahasiswa KKN beliau hanya diberikan logo dan saran kemasan saja dan tidak ada tindakan lebih lanjut tentang pemasaran dan lain-lain. karena mengingat waktu KKN yang terbatas hanya dua minggu saja. Dengan adanya program Pengabdian masyarakat UTM 2023, tim berusaha membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi olehnya selaku pelaku UMKM.

Selanjutnya, tim Pengabdian masyarakat UTM 2023 memberikan standarisasi mengenai  inovasi rasa dan packaging agar dapat diterima oleh pasar. 

“Alhamdulilah, kuantitas penjualan  meningkat  setelah adanya program ini dan saya sangat senang dibantu memasukkan produk popcorn ini  ke salah satu swalayan yang ada di sokobanah.” tutur Mas Afi. (Red)

Share This Article