Oleh: Siswadi
Ketua Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI) Madura – Jawa Timur
Sudah sekian kali operasi rokok ilegal digelar di wilayah Madura. Dengan gencarnya pemberitaan dan pameran barang bukti oleh Bea Cukai, publik sempat berharap praktik ilegal ini akan diberantas tuntas. Namun, setelah itu… sunyi. Tak ada informasi lanjutan. Tak ada transparansi.
Publik tidak tahu siapa saja yang ditindak, apakah pelaku benar-benar diproses hukum, berapa potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan, atau bahkan—apakah benar barang-barang ilegal itu dimusnahkan? Rakyat hanya dijejali sandiwara operasi yang lebih mirip pencitraan daripada penegakan hukum.
Kami, Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI), menduga kuat bahwa hasil operasi-operasi tersebut tidak pernah sepenuhnya dibuka ke publik karena adanya praktik main mata antara aparat dan pengusaha nakal. Madura adalah salah satu daerah dengan peredaran rokok ilegal tertinggi di Indonesia. Anehnya, penindakan sering gembar-gembor di awal tapi tenggelam dalam kesenyapan birokrasi di akhir.
Transparansi adalah harga mati dalam pemberantasan kejahatan ekonomi. Tanpa pelibatan publik, tanpa pengumuman terbuka, tanpa audit independen, maka operasi itu hanya menjadi ilusi penegakan hukum. Sementara itu, para pengusaha rokok ilegal terus meraup keuntungan besar, dan negara terus kehilangan triliunan rupiah.
Kami menuntut:
1. Publikasi terbuka dan rinci atas hasil seluruh operasi rokok ilegal di Madura selama lima tahun terakhir.
2. Evaluasi independen oleh BPK atau KPK atas kinerja Bea Cukai di wilayah Madura.
3. Keterlibatan masyarakat sipil dan media dalam mengawal proses hukum terhadap pelaku rokok ilegal.
Jika tidak ada langkah transparan yang konkret, maka patut diduga bahwa aparat ikut menikmati rente gelap dari bisnis haram ini. Dan bila itu terjadi, maka sesungguhnya yang menjadi korban adalah rakyat, yang kehilangan hak atas pendidikan, kesehatan, dan pembangunan karena uangnya dikorupsi lewat asap rokok ilegal.
Menduga Hasil Operasi Rokok Ilegal di Madura: Bea Cukai Tidak Transparan, Rakyat Layak Curiga!
