Pelatihan Pembelajaran Hidroponik di Desa Gapurana Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep

Redaksi By Redaksi
3 Min Read

SUMENEP, Suararakyat.id – Mahasiswa pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura kelompok 59 melakukan kegiatan pelatihan mengenai hidroponik. Ratna Nurshakti Putri (Agroekoteknologi) menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan inovasi baru bagi warga setempat terkait penanaman sayuran. 

“Di Desa Gapurana mayoritas pekarangan hanya ditanami singkong dan juga  sulitnya pemasokan air bagi lahan tersebut (hanya mengandalkan hujan), hal tersebut dikarenakan lahan pekarangan di desa ini sangat jauh dari sumber mata air“, terangnya.

Menimpali pernyataan Ratna, Abdullah salah satu kepala dusun di Desa Gapurana menuturkan bahwa mayoritas pemuda di Desa Gapurana merantau ke luar pulau madura sehingga rata-rata umur warga di desa ini sudah tidak lagi muda, dan juga warga disini mendapatkan sayur bergantung pada pasar di Kecamatan Talango. Oleh karena itu, penanaman sayuran melalui sistem hidroponik sangat efektif bagi warga yang sudah berumur agar tidak susah payah ke ladang pekarangan.

Hidroponik merupakan sebuah cara budidaya menanam tanpa media tanah, dengan cara memanfaatkan air. Satu hal yang dapat ditekankan dalam sebuah hidroponik yaitu pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk sebuah tanaman. Teknik dalam menanam hidroponik ini memerlukan air lebih sedikit apabila dibandingkan dengan menanam di tanah pada umumnya. Metode tanam hidroponik ini tentunya sangat sesuai yang diterapkan pada wilayah yang memiliki sedikit air. Namun, dalam kebutuhan nutrisi tanaman juga menjadi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang maksimal. 

Mahasiswa pengabdian masyarakat kelompok 59 dengan dosen pembimbing lapangan Abdus Salam Junaedi S.Si, Msi melakukan kegiatan ini dalam bentuk pelatihan pembelajaran hidroponik, dengan sasaran nya adalah para warga dan juga organisasi karang taruna di Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Pada kegiatan menggunakan alat berupa paralon dan juga bak bekas. 

Sebagai pembuka, pemaparan materi dilakukan oleh salah satu mahasiswa pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura kelompok 59 sekaligus penanggung jawab kegiatan ini, Ratna Nurshakti Putri mengenai pembelajaran hidroponik. Materi yang diberikan meliputi keunggulan penggunaan sistem hidroponik hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuat hidroponik secara mandiri.

Tak hanya itu, tim KKN 59 juga turut mengajak masyarakat untuk mempraktikkan tahapan pembuatan hidroponik secara langsung. “Walaupun masyarakat setempat baru mengenal metode hidroponik ini, mereka tetap antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir,” tutur Ratna.

Share This Article