SAMPANG,suararakyat.id – Anggota DPR RI Fraksi PAN Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), H. Slamet Ariyadi, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sosialisasi tersebut, Slamet Ariyadi mengajak masyarakat untuk terus mengamalkan empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Slamet, empat pilar tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kita sebagai bangsa,” ujar Slamet.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya maupun pandangan, kata dia, harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan menjadi alasan untuk saling terpecah.
Slamet juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan informasi yang dapat memicu konflik.
“Di era digital seperti sekarang, masyarakat harus semakin cerdas menyaring informasi. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” katanya.
Legislator asal Madura tersebut berharap Sosialisasi Empat Pilar dapat menjadi ruang dialog bersama masyarakat untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab seluruh warga negara.
“Indonesia adalah rumah kita bersama. Mari kita rawat persatuan, saling menghormati dan bersama-sama menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.
