Tim Pengabdian Masyarakat Kelompok 10 UTM, Gelar Sosialisasi Pentingnya Stimulasi Motorik di Posyandu Desa Patapan

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read

SAMPANG, Suararakyat.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Posyandu Desa Patapan Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, Tim Pengabdian Masyarakat Kelompok 10 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dengan dosen pembimbing  Indra Jaya Kusuma Wardhana, S.Sos.,M.Sosio turut berperan serta dalam menyediakan sosialisasi pentingnya stimulasi motorik bagi anak-anak. 

Tim yang terdiri dari 12 anggota tersebut melakukan sosialisasi dengan tujuan untuk mengembangkan dan memperkuat kemampuan motorik pada anak-anak. 

“Stimulasi ini berperan penting dalam perkembangan fisik dan mental anak, yang akan membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan optimal. Sayangnya, kesadaran mengenai pentingnya stimulasi motorik di kalangan masyarakat masih relatif rendah,” ujar Muhammad Maulana Rizqy, selaku ketua pengabdian masyarakat kelompok 10.

Dalam sosialisasinya, Tim Pengabdian Masyarakat UTM mengedukasi para ibu dan warga desa mengenai manfaat dan metode stimulasi motorik yang efektif bagi anak-anak. Mereka memberikan informasi tentang jenis-jenis aktivitas motorik yang bisa dilakukan di rumah, seperti merangkak, merayap, menggenggam, dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. 

“Tim juga memberikan contoh-contoh aktivitas stimulasi motorik yang sederhana, kreatif, dan dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah,” imbuh Maulana.

Selain itu, Tim Pengabdian Masyarakat UTM juga melibatkan tenaga medis lokal yakni ibu lestari selaku bidan di Desa Patapan dan kader posyandu lainnya. Mereka berkolaborasi untuk menyelenggarakan sosialisasi dan demonstrasi praktis bagi para ibu dan warga desa. Dalam kegiatan ini, para peserta diajarkan secara langsung bagaimana melakukan stimulasi motorik pada anak-anak mereka dengan tepat dan efektif. 

Keterlibatan Tim Pengabdian Masyarakat UTM dalam sosialisasi pentingnya stimulasi motorik di Posyandu Desa Patapan merupakan contoh konkret kolaborasi antara universitas dan masyarakat. Melalui pendekatan ini, tim mampu memanfaatkan pengetahuan dan keahlian mereka untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di desa tersebut. 

“Harapannya keberhasilan inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengabdian sosial yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Share This Article