Tragedi Kanjuruhan: Polres Sumenep Gelar Doa Bersama

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read

SUMENEP, Suararakyat.id – Sebagai bentuk belasungkawa atas terjadinya tragedi di Kanjuruhan, Malang, Polres Sumenep Madura beserta dengan suporter Aremania Sumenep, sengaja menggelar doa bersama untuk para korban yang telah meninggal dunia yang terjadi sebab tragedi Kanjuruhan, Malang.

Acara doa bersama ini digelar di Lapangan Tenis Polres Sumenep, Senin (03/10/2022).

Acara doa bersama tersebut, diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dilanjutkan dengan tahlil bersama lalu pembacaan doa oleh Kapolres Sumenep.

Acara ini dihadiri oleh Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko.,S.H.,S.I.K.,M.H bersama Jajaran Pejabat Utama tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa bersama tersebut. Begitu juga dengan para suporter.

Selesai pembacaan doa, dilanjutkan dengan acara tabur bunga yang diawali oleh Kapolres Sumenep lalu diikuti oleh puluhan suporter, sambil menyalakan lilin.

“Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan dan duka cita kami yang sedalam-dalamnya kepada para korban tragedi Kanjuruhan di Kabupaten Malang,” ucap Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko.

Edo Satya, Kapolres Sumenep berharap, para korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Dia juga berharap, ke depannya kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Harapan kami kepada para suporter agar lebih tertib dalam berkegiatan, dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.

Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur terjadi usai pertandingan Derby Jatim antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga 1, Sabtu, 1 Oktober 2022, malam.

Insiden yang merenggut nyawa 127 penonton itu (dua korban di antaranya pihak kepolisian), bermula dari salah satu suporter yang nekat masuk ke lapangan lalu diikuti oleh suporter yang lain.

Situasi semakin parah dan tidak kondusif setelah pihak kepolisian menembakan Gas Air Mata ke arah tribun yang jelas-jelas penontonnya tidak turun ke lapangan. Hal itu membuat penonton sesak nafas, lari dan banyak yang terinjak akibat hal tersebut. (ZR).

Share This Article