Wujudkan Desa Mandiri Pangan, Pengabdian Masyarakat Tahun Ke-2 Tim PPK ORMAWA HIMAGROTEK dengan Implementasi Hidroponik, IoT, dan Panel Surya 

Redaksi By Redaksi
6 Min Read
Foto bersama Tim PPK Ormawa Himagrotek 2024 beserta Mantri Tani Kecamatan Socah, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, Dosen Pengajar Agroekoteknologi, Perangkat desa, dan Juga Kelompok tani Desa Dakiring. Sumber foto: Tim PPK Ormawa Himagrotek.

Bangkalan, Suararakyat.id – Tim PPK Ormawa Himagrotek Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan pengabdian di Desa Dakiring-Bangkalan tahun ke-2 mulai dari tahun 2023-2024. Tim PPK Ormawa Himagrotek telah berhasil menyelenggarakan sebuah kegiatan pembukaan dan sosialisasi program yang bertujuan untuk mewujudkan Desa mandiri pangan yang berkelanjutan di Desa Dakiring-Bangkalan. Melalui implementasi hidroponik berbasis IoT dan panel surya mendapatkan banyak dukungan dan support dari beberapa pihak. Kegiatan ini diselenggarakan, Sabtu (22/6/2024).

Kegiatan sosialisasi diselenggarakan di kediaman kepala Desa Dakiring, Abd. Rochman. selain dari Tim pelaksana PPK Ormawa dan Dosen Pembimbing kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Mantri Tani Kecamatan Socah, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, Koordinator Program Studi Agroekoteknologi, Dosen dan PLP Agroekoteknologi, Anggota Himagrotek dan sasaran utama kelompok tani dan petani muda Desa Dakiring.

Pemaparan materi dalam sosialisasi disampaikan oleh tim PPK Ormawa yakni Jannatin Milyani selaku ketua tim pelaksana dan Rohib selaku anggota tim pelaksana, menjelaskan bahwa budidaya sistem hidroponik berbasis IoT dan panel surya merupakan solusi yang tepat guna dalam memenuhi kebutuhan konsumsi sayur masyarakat dan memanfaatkan kondisi intensitas cahaya yang relatif tinggi dengan penggunaan green energy melalui panel surya.

“Budidaya sistem hidroponik merupakan sistem pertanian modern yang cocok buat anak muda milenial, karena perspektif anak muda sekarang terkait pertanian yaitu “kotor”, Namun dengan penerapan pertanian hidroponik dapat lebih menarik minat anak muda dalam pertanian kemudian dikombinasikan dengan penggunaan teknologi IoT sebagai suatu sistem yang dapat lebih memudahkan dalam pengontrolan tanaman” ungkap Jannatin Milyani dan Rohib.

Tim PPK Himagrotek juga menjelaskan bahwa manfaat lain dari budidaya hidroponik berbasis IoT dan panel surya seperti keberhasilan tanaman untuk tumbuh dan produksi lebih optimal, perawatan lebih praktis, mengurangi penggunaan pupuk (efisien), dapat memantau tanaman dengan jarak jauh dan pemanfaatan sumber energy cahaya matahari menjadi energy listrik sehingga dapat menghemat pengeluaran dan mengurangi pemanasan global.

Pembukaan kegiatan PPK Ormawa Himagrotek 2024 secara simbolis oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura, Kepada Kepala Desa Dakiring.

Setelah sesi pemaparan materi, kepala Desa Dakiring menyampaikan kebutuhan dan harapan untuk para petani muda “Desa Dakiring memiliki beberapa kelompok tani yang bergelut hanya tanaman pangan khususnya padi dan kelompok tani Desa Dakiring sudah banyak yang berusia lanjut. Kami disini membutuhkan bapak/ibu Dosen serta teman-temen mahasiswa untuk membina dan memberi arahan bagi masyarakat kami, saya akan sangat terbuka jika dari pihak kampus ingin berkegiatan di Desa kami. Oleh karena itu harapan saya dengan adanya kegiatan PPK Ormawa Himagrotek dapat terbentuk kelompok tani milenial yang fokus pada sistem pertanian modern dan sekaligus dapat membuka peluang kerja bagi pemuda yang belum memiliki pekerjaan, saya akan terus mengawal kelompok tani milenial hingga terbentuk secara legal atau SK (Surat Keputusan) dari kelompok baru tersebut.” ungkap Kepala Desa Dakiring. Setelah itu direspon baik oleh Mantri Tani Kecamatan Socah. 

“Adanya kegiatan PPK Ormawa Himagrotek dengan sistem hidroponik saya siap menjadi konsumen hasil sayur selada dikarenakan tempat saya tinggal di Desa Tragah banyak yang membutuhkan selada untuk bahan pelengkap burger dan kebab, hampir setiap penjual membutuhkan minimal 5 Kg selada setiap harinya. Harapan bapak kepala Desa Dakiring sangat bagus untuk membentuk kelompok tani milenial karena belum ada kelompok tani milenial di Madura dan Bangkalan menjadi satu-satunya yang memiliki kelompok tani milenial. Saya selaku Mantri Kecamatan Socah akan membantu mengajukan pembentukan kelompok tani milenial pada Dinas Pertanian Bangkalan” ungkap Mantri Tani Kecamatan Socah.

Kegiatan dalam sosialisasi dilengkapi dengan pelatihan penyemaian selada menggunakan media semai rockwool, tim PPK Ormawa Himagrotek menyampaikan sekaligus mempraktikan teknik penyemaian selada kepada kelompok tani. Para kelompok tani sangat antusias mencoba mempraktikkan dan tanya jawab kepada tim PPK Ormawa Himagrotek. “Kegiatan seperti ini belum pernah ada di kelompok tani Desa Dakiring-Bangkalan sehingga  kami dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan baru” ungkap Rohli anggota kelompok tani. 

Selain pihak desa berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan, kami juga dari tim PPK Ormawa Himagrotek berusaha agar program seperti ini tetap berjalan di Desa Dakiring sebagai desa binaan dan dilanjutkan oleh anggota Himagrotek kedepannya, karena program pengabdian masyarakat atau PPK Ormawa sudah menjadi salah satu dari program kerja Himagrotek. 

Sebagai Informasi tambahan, pembukaan dan sosialisasi program ini merupakan rangkaian kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Pengembangan Desa Mandiri Pangan dengan Green Energy melalui Implementasi Hidroponik, IoT, dan Panel Surya di Desa Dakiring-Bangkalan”, semoga PPK Ormawa Himagrotek 2024 meraih penghargaan Abdidaya 2024. Kami selaku tim pelaksana akan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat Desa Dakiring. Program ini juga merupakan ajang kompetisi tingkat nasional bagi mahasiswa  yang mengikuti program pengabdian serta pemberdayaan masyarakat yang biasa disebut dengan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Share This Article