NASIONAL, suararakyat.id – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Slamet Ariyadi menyampaikan pandangan Fraksi terhadap penugasan TNI dalam misi perdamaian nasional.
Pihaknya melihat peristiwa gugurnya Prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon pada 29-30 Maret 2026 menunjukkan bahwa operasi perdamaian di wilayah konflik aktif menghadapi tingkat risiko yang tinggi dan bersifat dinamis.
Legislator Muda PAN itu menyampaikan bahwa Fraksi memandang perlu dilakukannya evaluasi komprehensif terhadap kebijakan penugasan TNI dalam misi perdamaian internasional, termasuk mempertimbangkan aspek keamanan aktual di lapangan serta opsi penyesuaian atau penarikan pasukan secara terukur sebagai langkah mitigasi risiko.
“Fraksi PAN Mendorong Pemerintah memperkuat sistem perlindungan personel melalui peningkatan standar operasional” kata Slamet Ariyadi. Rabu (1/4/2025).
Ia juga menekankan pentingnya diplomasi aktif Indonesia melalui forum internasional untuk memastikan percepatan investigasi yang transparan dan akuntabel.
“Fraksi PAN juga menekan pentingnya diplomasi aktif Indonesia forum internasional guna mendorong percepatan investigasi yang transparan dan akuntabel, serta memastikan adanya kejelasan tanggung jawab atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian” tambahnya.
Fraksi PAN Memandang Perlu Evaluasi Komprehensif pada Penugasan TNI dalam Misi Perdamaian UNIFIL
