JAKARTA,suararakyat.id – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, menghadiri Festival Aspirasi yang diselenggarakan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI. Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang tengah dihadapi, termasuk konflik agraria di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Minggu (6/9/2026).
Kehadiran Slamet Ariyadi merupakan bagian dari komitmen BAM DPR RI dalam memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas keluhan, tetapi dapat dihimpun serta ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan di parlemen.
“Kami hadir untuk membantu menyelesaikan konflik yang hari ini dirasakan masyarakat Sukajaya,” tegas Slamet di hadapan peserta Festival Aspirasi.
Dalam forum tersebut, persoalan agraria menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian. Slamet meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan aktivitas yang berpotensi memperbesar eskalasi konflik berkepanjangan.
“Kami mendorong semua pihak untuk menghentikan aktivitas yang menimbulkan eskalasi konflik. Ayo kita selesaikan persoalan ini dan jangan sampai ada persoalan baru lagi,” ujarnya.
Slamet juga menegaskan komitmen Fraksi PAN DPR RI untuk terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut agar kepentingan dan hak masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
“Kami juga dari Fraksi PAN DPR RI terus akan mengawal hingga kemenangan berada di tangan rakyat. Tentu kita perlu mendalami persoalan ini melalui forum group discussion dengan Kementerian ATR/BPN yang melibatkan masyarakat dan pihak PT. PMC” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan BAM DPR RI Adian Napitupulu meminta Aparatur Pemerintah untuk untuk mengajarkan rakyat dalam menyelesaikan masalah tanpa ada kekerasan .
“Persoalan yang dihadapi masyarakat harus diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum, bukan dengan kekerasan. Aparatur pemerintah harus hadir untuk mengajarkan dan memastikan masyarakat memiliki ruang menyelesaikan persoalan secara damai, adil, dan bermartabat. Jangan sampai konflik yang ada justru melahirkan kekerasan dan persoalan baru.”
