JAKARTA,suararakyat.id – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan arah gerakan kepemudaan untuk menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui BM PAN ISO (Intimate Session Organization), sebuah ruang dialog dan pertukaran gagasan yang mempertemukan jajaran pengurus BM PAN dengan berbagai perspektif mengenai peluang, tantangan, serta strategi organisasi ke depan. Pada Rabu (16/9/2026) di Kantor DPP PAN.
BM PAN ISO dirancang bukan sekadar sebagai forum diskusi, tetapi menjadi ruang untuk menerjemahkan gagasan menjadi agenda dan kerja organisasi yang lebih konkret. Forum ini menjadi bagian dari proses konsolidasi kepengurusan BM PAN periode 2026–2031 setelah Kongres VII.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno memaparkan hasil survei terbaru mengenai peta politik nasional dalam acara ISO (Intimate Session Organization) BM PAN, yang digelar pada Rabu, 16 September 2026, di Kantor DPP PAN, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Adi Prayitno mengungkapkan bahwa elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,6 persen berdasarkan hasil survei PPI.
Temuan tersebut menjadi salah satu bahan diskusi dalam forum ISO BM PAN yang mengangkat tema “Membaca Harapan, Peluang dan Tantangan PAN Menuju 2029.”
Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031, H. Slamet Ariyadi, menekankan pentingnya organisasi memiliki kemampuan membaca perubahan sekaligus merespons kebutuhan generasi muda.
Menurutnya, BM PAN harus menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi, berorganisasi, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.
“Gagasan tidak boleh berhenti menjadi diskusi. Gagasan harus diterjemahkan menjadi gerakan, program, dan kerja nyata yang memberikan manfaat,” ujar Slamet.
Ia menegaskan, perjalanan menuju 2029 tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi. Diperlukan kader muda yang memiliki kapasitas, jaringan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap perubahan sosial dan politik.
Karena itu, BM PAN akan terus mendorong penguatan kaderisasi dan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.
“BM PAN harus bergerak dengan data, gagasan, dan kerja nyata. Kita ingin memastikan setiap energi anak muda menjadi kekuatan positif bagi organisasi dan masyarakat,” katanya.
Dalam forum BM PAN ISO, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia sekaligus Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta, Adi Prayitno, turut memberikan perspektif mengenai perkembangan politik dan tantangan partai politik dalam menghadapi Pemilu 2029.
Kehadiran akademisi dan pengamat politik dalam forum tersebut diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas bagi jajaran pengurus BM PAN dalam membaca perubahan perilaku politik masyarakat, khususnya generasi muda.
BM PAN menilai generasi muda akan menjadi salah satu kelompok penting dalam dinamika politik mendatang. Karena itu, pendekatan organisasi terhadap anak muda perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk perubahan pola komunikasi, teknologi digital, ekonomi kreatif, dan isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Agenda BM PAN ISO juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap gagasan. Perbedaan pandangan dalam ruang diskusi ditempatkan sebagai bahan untuk memperkaya perspektif sebelum diterjemahkan menjadi langkah organisasi.
Sejumlah agenda konsolidasi BM PAN di daerah sebelumnya juga menunjukkan upaya memperkuat hubungan antara struktur pusat dan daerah. Konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan penguatan jaringan menjadi bagian dari persiapan organisasi menghadapi agenda politik 2029. (Madura Post)
Slamet mengatakan, kepengurusan BM PAN 2026–2031 memiliki tanggung jawab untuk menjadikan organisasi semakin solid, adaptif, dan dekat dengan masyarakat.
“Perjalanan menuju 2029 masih panjang. Karena itu, yang kita bangun hari ini bukan hanya struktur, tetapi juga kapasitas kader, soliditas organisasi, dan budaya kerja. Dari gagasan kita bergerak, dari gerakan kita menghadirkan kerja nyata,” tegasnya.
Dengan semangat “Bergerak Menang”, BM PAN menempatkan konsolidasi, kaderisasi, penguatan jaringan, serta kerja sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari agenda organisasi lima tahun ke depan.
BM PAN ISO pun menjadi salah satu ruang awal untuk memastikan gagasan tidak berhenti di meja diskusi, tetapi tumbuh menjadi gerakan strategis menuju 2029.
