SURABAYA,suararakyat.id – Sejumlah influencer asal Madura ramai-ramai bertemu dengan Ketua Umum Zulkifli Hasan di sela-sela saat menghadiri Rakerwil I dan Pelantikan DPD PAN Se-Jawa Timur yang berlangsung di Jatim Expo, Surabaya. Minggu (10/5/2026).
Para influencer yang hadir berasal dari berbagai latar belakang kreator, mulai dari TikTok, Instagram hingga YouTube. Seperti Anas Fikri dan Fawwas.
Dalam kesempatan itu, para influencer Madura menyampaikan pentingnya ruang kolaborasi antara anak muda kreatif dengan dunia politik dan pembangunan daerah. Mereka menilai media digital memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda di Madura.
Perwakilan Influencer Madura, Anas Fikri mengatakan sosok Zulkifli Hasan dinilai terbuka terhadap aspirasi anak muda, termasuk para kreator digital yang kini memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat.
“Anak muda Madura hari ini ingin ikut berkontribusi lewat karya dan konten positif. Kami ingin ada ruang komunikasi langsung dengan tokoh nasional agar aspirasi daerah juga bisa didengar,” ujarnya.
Bahkan ia juga menyebut, pertemuan itu bukan sekadar ajang foto bersama, melainkan bentuk komunikasi dan tukar gagasan terkait perkembangan daerah, pemberdayaan anak muda, hingga peluang kolaborasi membangun Madura yang lebih maju.
Selain itu, keterbukaan PAN terhadap ide dan kreativitas anak muda menjadi alasan utama mereka ingin menjalin komunikasi langsung dengan partai berlambang matahari itu.
“Kami melihat PAN sangat terbuka untuk anak muda dan influencer. Anak muda diberi ruang untuk menyampaikan gagasan, kreativitas, dan kontribusi positif bagi masyarakat,” terangnya.
Belakangan, nama Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi disebut menjadi salah satu tokoh yang aktif menjembatani komunikasi antara PAN dengan kalangan influencer dan artis muda, khususnya dari Madura dan Jawa Timur.
Slamet Ariyadi disebut aktif membangun komunikasi politik yang lebih santai dan dekat dengan generasi muda. Ia mendorong agar PAN tidak hanya hadir di ruang politik formal, tetapi juga mampu masuk ke ruang digital dan kreatif yang saat ini digandrungi anak muda.
“Anak muda hari ini tidak hanya ingin didengar, tapi juga diberi ruang untuk berkarya dan berkembang. PAN membuka ruang itu,” kata Slamet Ariyadi.
Menurutnya, kehadiran artis dan influencer bukan sekadar untuk meramaikan politik, melainkan menjadi bagian dari upaya menyampaikan pesan politik yang lebih segar, kreatif, dan mudah diterima masyarakat.
