Ketua Umum BM PAN Slamet Ariyadi Kecam Keras Promosi Miras Gunakan Ayat Al-Qur’an, Minta Pelaku Ditindak Tegas

2 Min Read
Ketua Umum BM PAN Slamet Ariyadi Kecam Keras Promosi Miras Gunakan Ayat Al-Qur’an, Minta Pelaku Ditindak Tegas

JAKARTA,suararakyat.id – Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, mengecam keras aksi promosi minuman keras yang diduga menggunakan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari tantangan berhadiah dalam sebuah festival musik.

Dalam video yang beredar, sebuah booth produk minuman beralkohol disebut menggelar tantangan (challenge) hafalan Surah Ad-Dhuha bagi pengunjung. Pengunjung yang mampu menghafal surah tersebut disebutkan mendapatkan imbalan yang diduga berupa minuman keras.

Slamet menilai praktik tersebut tidak hanya tidak pantas, tetapi juga telah melukai sensitivitas umat beragama.

“Ini sudah keterlaluan. Al-Qur’an adalah kitab suci yang harus dihormati, bukan dijadikan gimmick atau alat promosi untuk menjual minuman keras,” tegas Slamet. Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kebebasan dalam berpromosi tetap harus memperhatikan norma agama, etika, serta nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Indonesia.

Slamet juga meminta pihak yang bertanggung jawab memberikan klarifikasi dan mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jangan sampai demi kepentingan komersial, simbol dan ayat suci agama justru dipermainkan. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia menegaskan, BM PAN mendorong aparat dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ruang publik harus dijaga. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang menjunjung tinggi toleransi sekaligus menghormati kesucian ajaran setiap agama,” pungkasnya.

Pihak penyelenggara, The Sounds Project, buka suara terkait hal ini. Mereka turut mengecam kejadian tersebut.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” kata The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.

Pihak penyelenggara mengaku kejadian tersebut tidak sesuai arahan maupun persetujuan The Sounds Project. Penyelenggara kini sudah menegur pihak sponsor dan memintanya untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengawal kasus tersebut dan mengidentifikasi pihak yang terlibat langsung pada insiden itu agar dapat dipertanggungjawabkan. Mereka juga akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak

Share This Article