JAKARTA,suararakyat.id – Anggota Komisi I DPR RI, Slamet Ariyadi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden ledakan yang menewaskan seorang prajurit TNI di Gudang Pusat Munisi TNI AD di Madiun, Jawa Timur.
Menurut Slamet, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, khususnya dalam pengelolaan amunisi dan penerapan standar keselamatan di lingkungan TNI. Ia menegaskan bahwa keselamatan prajurit merupakan prioritas yang tidak boleh diabaikan.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Slamet Ariyadi, Kamis.
Politikus PAN itu mendesak TNI untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, profesional, dan transparan guna mengungkap penyebab pasti terjadinya ledakan. Menurutnya, hasil investigasi harus menjadi dasar evaluasi terhadap prosedur operasional dan sistem pengamanan penyimpanan munisi.
“Evaluasi standar keselamatan harus dilakukan secara menyeluruh. Jika terdapat kelemahan dalam prosedur maupun sarana pendukung, maka harus segera diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Slamet juga mengapresiasi langkah cepat jajaran TNI dalam menangani lokasi kejadian dan memberikan penanganan kepada para korban. Ia berharap seluruh personel yang mengalami luka dapat segera pulih dan kembali bertugas.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, Slamet menegaskan pihaknya akan terus mendorong penguatan sistem keselamatan kerja, modernisasi fasilitas penyimpanan amunisi, serta peningkatan standar keamanan di seluruh satuan TNI.
“Pengabdian prajurit kepada bangsa harus didukung dengan sistem keselamatan yang maksimal. Keselamatan personel adalah bagian penting dari kekuatan pertahanan negara,” pungkasnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) TNI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak saat prajurit sedang melakukan perawatan dan pemeliharaan amunisi. Akibatnya, 1 prajurit gugur dalam insiden ini.
“Berdasarkan laporan awal yang kami terima, insiden terjadi saat personel melaksanakan prosedur pemeriksaan dan perawatan materil munisi di salah satu gudang penyimpanan,” kata Donny, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (16/7/2026).
Donny mengaku tidak bisa menjelaskan secara terperinci apa penyebab utama meledaknya gudang amunisi itu. Saat ini pihaknya sedang menyelidiki penyebab ledakan.
Donny melanjutkan akibat insiden itu, satu prajurit tewas dan enam orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat.
“Seluruh korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara cepat sekaligus melaporkan secara prosedural dan berjenjang,” ucap dia.
Saat ini, pihaknya bergantung pada tim investigasi yang dikirim ke Madiun untuk mencari tahu penyebab utama meledaknya gudang munisi itu.
