DPR RI Slamet Ariyadi Dorong Kemenlu Kawal Proses Hukum Korban Penganiayaan ART di Malaysia

2 Min Read
DPR RI Slamet Ariyadi Dorong Kemenlu Kawal Proses Hukum Korban Penganiayaan ART di Malaysia

JAKARATA,suararakyat.id– Anggota DPR RI Fraksi PAN, Slamet Ariyadi, meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI segera menelusuri dugaan kasus penganiayaan yang menimpa seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Indonesia di Malaysia. Ia juga mendesak pemerintah memastikan korban memperoleh pendampingan hukum dan perlindungan secara maksimal.

Menurut Slamet, negara memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI), termasuk para pekerja migran yang menghadapi persoalan hukum maupun tindak kekerasan di luar negeri.

“Kami meminta Kementerian Luar Negeri bersama KBRI segera melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap kasus ini, memastikan kondisi korban, serta memberikan pendampingan hukum dan perlindungan yang maksimal hingga hak-hak korban benar-benar terpenuhi,” tegas Slamet. Minggu (14/6/2026)

Ia menambahkan, proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan penganiayaan harus berjalan secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Malaysia. Pemerintah Indonesia juga diharapkan terus mengawal kasus tersebut agar korban mendapatkan keadilan.

Slamet menilai perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia harus menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, koordinasi antara Kemenlu, KBRI, dan otoritas Malaysia perlu diperkuat untuk memastikan keselamatan dan kepastian hukum bagi korban.

Selain itu, ia mengimbau seluruh pekerja migran Indonesia untuk selalu menggunakan jalur resmi serta tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan atau pelanggaran hak kepada perwakilan Indonesia di negara tempat mereka bekerja agar dapat segera memperoleh bantuan dan perlindungan.

Sementara itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru mengonfirmasi korban saat ini berada di kediaman rekannya, seperti dikutip kantor berita ANTARA.

Dalam penyelidikan awal, polisi juga menemukan dugaan bahwa lebih dari satu pekerja rumah tangga menjadi korban dalam kasus tersebut. Polisi kini masih memburu saksi tambahan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian.

Pihak berwenang Malaysia masih mendalami motif penganiayaan dan menelusuri kemungkinan adanya korban lain yang terkait dengan para tersangka.

Share This Article