Slamet Ariyadi dan Komdigi RI Gelar Seminar Merajut Nusantara, Perkuat Keamanan Anak di Platform Digital

3 Min Read
Slamet Ariyadi dan Komdigi RI Gelar Seminar Merajut Nusantara, Perkuat Keamanan Anak di Platform Digital

JAKARTA,suararakyat.id – Anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil Jawa Timur XI Madura, Slamet Ariyadi, bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI menggelar Seminar Online Merajut Nusantara dengan tema keamanan anak di platform digital. Rabu (12/8/2026) melalui sambungan Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan literasi digital masyarakat, khususnya orang tua, pendidik, dan anak-anak, agar mampu menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Slamet Ariyadi menekankan bahwa perkembangan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman dan pengawasan yang memadai. Anak-anak sebagai kelompok yang sangat aktif menggunakan internet perlu mendapatkan perlindungan dari berbagai risiko di ruang digital.

“Anak-anak kita tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Karena itu, literasi digital menjadi penting agar mereka tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menjaga keamanan dan melindungi diri di ruang digital,” ujar Slamet Ariyadi.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak di dunia digital semakin kompleks, mulai dari paparan konten negatif, perundungan siber, penipuan daring, hingga potensi penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, orang tua, sekolah, masyarakat, serta platform digital dinilai penting untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak.

Seminar Merajut Nusantara diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa perlindungan anak di ruang digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Slamet juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak mengenai aktivitas mereka di internet, tanpa mengabaikan aspek edukasi dan pendampingan.

“Jangan sampai teknologi menjadi ancaman bagi anak-anak kita. Mari kita jadikan teknologi sebagai sarana belajar, berkembang, dan berkarya, dengan tetap mengedepankan keamanan dan etika digital,” katanya.

Sementara itu, Plt Direktur LTI Pemerintah, Sudarmanto, menilai hadirnya PP TUNAS menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Menurut Sudarmanto, regulasi tersebut dapat menjadi benteng untuk mencegah anak-anak terpapar konten negatif sekaligus mengurangi berbagai risiko yang dapat muncul dari penggunaan platform digital.

“Dengan hadirnya PP TUNAS, kita berharap ini menjadi benteng agar anak-anak tidak mudah terpapar konten negatif dan berbagai risiko lainnya di ruang digital. Perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama,” ujar Sudarmanto.

Ia menambahkan, keberadaan regulasi perlu diiringi dengan edukasi dan literasi digital yang berkelanjutan. Orang tua dan lingkungan pendidikan juga memiliki peran penting dalam mendampingi anak saat menggunakan teknologi.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, orang tua, sekolah, masyarakat, serta platform digital dinilai penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah bagi anak.

Share This Article