Jeritan Peternak Sapi terhadap Wabah PMK

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read
Potret warga yang sedang bertenak sapi. (foto: dok.suararakyat.id)

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang menjadi perbincangan lantaran telah menyebar di beberapa daerah di Indonesia. Penyakit ini menyerang hewan ternak. Bahkan banyak hewan ternak yang telah terdeteksi positif terserang Penyakit Mulut dan Kuku.

PMK merupakan penyakit akut dan sangat menular pada sapi, kerbau, babi, kambing, domba dan hewan berkuku genap lainnya. Penyakit ini menyebabkan lepuh dan erosi pada selaput lendir mulut sehingga sapi tidak mau makan, akibatnya sapi kekurangan gizi dan terjadi penurunan bobot badan dan produksi susu.

Terdapat pada bagian kuku dan mulut ternak yang kemudian membuat sakit, menyebabkan ternak tidak bisa makan dan juga berjalan, oleh karena itulah perlahan PMK bisa menyebabkan kematian pada hewan. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah menyerang hewan di sejumlah daerah, membuat masyarakat berinisiatif, meracik ramuan tradisional secara manual.

Seperti yang telah di lakukan oleh Salah satu, warga Dusun Tebanah, Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Moh. Aziz Ilwah (37) yang membuat jamu tradisional dengan meracik tanaman dan buah – buahan. Seperti buah kunyit kuning dan kunyit putih di olah secara bersamaan, dan juga di berikan kelapa muda di campur dengan garam kasar, kemudian di minumkan sebanyak-banyaknya.

“Jamu yang meracik saya sendiri, dan diminumkan ke sapi dan juga kambing dan hewan peliharaan lainnya, Ya ini dilakukan bukan hanya sekarang saja, tetapi jamu ini sudah dilaksanakan pada tahun – tahun sebelumnya, saat di konfirmasi di kediamannya, Sabtu 11/06/22.

Lebih lanjut ia menjelaskan “hal itu merupakan tradisi para petani di sini, mulai dari nenek moyang kami hingga sekarang masih ampuh untuk membuat hewan peliharaan tetap sehat bugar,” terangnya.

Tentu dari wabah PMK ini yang paling dirugikan adalah peternak petani sapi. Banyak dari hewan ternak mereka yang terdampak dan mengakibatkan kematian.

Untuk itu Moh.Hariyanto yang merupakan salah satu aktivis dan juga petani milenial Sampang, berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian khusus terkait penanganan dan pencegahan Wabah PMK ini, agar petani tidak terlalu terbebani, Kasihan sekali masyarakat petani khususnya petani/peternak sapi sangat menjerit akibat Wabah PMK ini.

” Kami berharap ada tindakan khusus dari pemerintah terkait Wabah PMK ini mengingat petani yg memiliki sapi terdampak PMK ini merupakan sebagian orang tidak mampu, jika memanggil dokter hewan biaya nya sangat mahal, ada yang seratus tiga puluh bahkan lebih,” keluhnya Sabtu, 11/06/22.

Lebih lanjut ia sambil lalu mengobati dengan jamu tradisional, ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan, karena sebagian petani kurang mampu untuk mendatangkan dokter hewan, agar upaya pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19 ini tidak terganggu. (Mhryanto)

Share This Article